
clockGadget apa yank kaliian sukakh??followersAbouT Me
My Shout Boxspecial thanks to :makasih buat ...jorinda... ...RiChi... ...Buat Pak Hari... ...Buat caiankQ... ...Buat Papi Mami... ...Buat Pak Dedy... |

NuruL Ayni
hoho... Mg" bLogQ bs ngasiih inspirasiii...
| 21.17 | |
|
Filed under:
healthy
|
|
Diet Beresiko Kanker Payudara dan Indung Telur
kedokteran ''The International Journal of Cancer'' yang mengaitkan antara peran pola makan bagi resiko terkena kanker pada kaum hawa. Asupan dengan kandungan alkohol tinggi secara konsisten memiliki kaitan dengan resiko tinggi kanker, namun apabila dikaitkan dengan pola makan lainnya maka ditemukan sejumlah hasil yang dapat berbeda satu sama lainnya," kata Dr. Valeria Edefonti dari University of Milan. Dari sejumlah penelitian dikatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah atau aneka produk olahan daging akan memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, namun penelitian lainnya menemukan sebaliknya tak ada kaitan antara daging merah dan aneka daging yang telah diproses dengan penyakit kanker. Lemak jenuh yang ditemukan sebagian besar pada makanan kandungan protein hewani dikatakan memiliki kaitan erat dengan kanker payudara namun disejumlah penelitian lainnya hasilnya bertentangan sama sekali. Sementara sebagian peneliti lainnya menganjurkan pola makan yang merupakan kombinasi dari pertimbangan gizi dengan apa yang disukai masing-masing individu. Dalam penelitiannya Edefonti dan rekan rekannya mengkases ke pola makan 3.600 wanita yang menderita kanker payudara dan indung telur dan membandingkannya dengan 3.413 wanita yang sehat. Berdasarkan pada jawaban maka peneliti menemukan empat kelompok pola makan. Kelompok satu kelompok penganut pola ''protein hewani'', yaitu mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak, lemak jenuh, zink, kalsium serta sejumlah tertentu makan bergizi lainnya. Kelompok kedua adalah kelompok yang memilki pola makan kaya akan "vitamin dan serat", yang kaya akan vitamin C, beta carotene dan gizi lainnya yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Kelompok dengan pola makan "lemak tak jenuh" yang berisi kandungan tinggi dari minyak sayur dan minyak ikan selain itu juga vitamin E. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok dengan pola makan yang kandungan karbohidrat tinggi protein nabati dan sodfium. Dari keseluruhannya peneliti menemukan kelompok yang mengkonsumsi atau memiliki pola makan kaya akan vitamin dan kaya akan serat adalah kelompok dengan resiko kanker indung telur yang paling rendah dibandingkan dengan kelompok dengan pola makan nya rendah vitamin dan rendah serat. kelompok wanita yang menganut pola makan "lemak tak jenuh" memiliki resiko paling rendah terhadap kanker payudara sementara yang mengkonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi memiliki resiko terkena kedua jenis kanker tersebut. Dalam sarannya umumnya para dokter menyarankan agar kita mengurangi makan daging merah makanan mengandung lemak jenuh dan perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan, keluarga gandum dan padi-padian, serta mengkonsumsi lemak tak jenuh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar